Tuesday, March 10, 2015

Hang Seng Melemah Menanggapi Data PPI


SOLID GOLD PALEMBANG - Indeks Hang Seng terkoreksi dari kenaikan 0,1% saat pembukaan di hari Selasa (10/03) setelah rilis data Indeks Harga Produsen (PPI) di bulan Februari negaranya yang menandai deflasi PPI selama tiga tahun. Investor Hang Seng tampak mengabaikan naiknya indeks harga Konsumen (CPI) dan fokus pada data PPI yang turun 4,8% bulan lalu lebih rendah dari ekpektasi penurunan 4,3% dan level yang sama di bulan Januari.
Laju inflasi CPI tahunan China naik 1,4% di bulan Februari, mengalahkan estimasi kenaikan 0,9% dan level kenaikan 0,8% di bulan Januari. Menurut bank Jepang Nomura yang diwawancarai Dow Jones Newswire, jika disesuaikan dengan dampak hari raya Imlek, rata-rata inflasi CPI tahunan di bulan Januari - Februari menjadi 1,1%, lebih rendah dari 1,5% di bulan Desember. Nomura juga menuding harga komoditas dan kelebihan kapasitas dalam industri hulu di tingkat yang mengkhawatirkan menjadi sebab penurunan PPI China di bulan Februari. Nomura memprediksi China akan memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin pada kuartal kedua serta menurunkan rasio cadangan wajib sebesar 50 basis poin di tahun ini.
Indeks Hang Seng kini diperdagangkan turun 0,85% di kisaran 23919.40, dengan level tertinggi harian 24152.40 dan level terendah harian 23897.33. Sementara Indeks Hang Seng Berjangka juga turun 0,87% di kisaran 23861, dengan level tertinggi harian 24111 dan level terendah harian 23835.
(Sumber: monexnews)

No comments:

Post a Comment