Monday, February 9, 2015

Logam Tembaga Melemah Akibat Lesunya Permintaan Domestik Tiongkok


SOLID GOLD PALEMBANG - Harga tembaga berjangka pada perdagangan elektronik sesi Asia awal pekan ini terpantau mengalami pelemahan yang signifikan (9/2). Harga logam industry lain seperti nikel dan seng juga turut melempem di perdagangan Senin setelah selama dua sesi berturut-turut sebelumnya terangkat. Permintaan domestik Tiongkok yang mengalami pelemahan menjadi penyebab utama dari penurunan harga logam tersebut.

Surplus perdagangan Tiongkok mengalami kenaikan menjadi 60 miliar dollar pada bulan Januari lalu. Data tersebut seharusnya memberikan dorongan peningkatan. Akan tetapi karena peningkatan surplus dibarengi dengan anjloknya impor sebesar 19,9 persen para pelaku pasar justru dibayangi kekhawatiran mengenai turunnya permintaan dari negara ekonomi terbesar kedua dunia tersebut. Sementara itu ekspor Tiongkok di bulan Januari harnya mengalami kenaikan sebesar 3,3 persen saja.
Impor tembaga Tiongkok di bulan Januari mengalami penurunan untuk pertama kalinya dalam lima bulan belakangan menjadi hanya sebesar 410.000 metric ton. Jumlah tersebut 20 persen lebih kecil dibandingkan bulan yang sama tahun 2014 yang lalu.

Harga tembaga Comex untuk kontrak Maret tampak terpukul sebesar 0,6 persen dan berada pada posisi 2,571 dollar per pon siang ini. Harga tembaga Shanghai untuk kontrak April bergerak melemah 1,2 persen menjadi 41.200 yuan (6.593 dollar) per ton.

Sementara itu harga tembaga LME tampak stagnan. Hari ini harga tembaga tersebut tetap berada di level 5.650 dollar per ton atau setara dengan 2,56 dollar per pon.

Pergerakan harga tembaga berjangka di pasar New York pada perdagangan selanjutnya masih berpotensi untuk mengalami penurunan. Lesunya permintaan dari Tiongkok menjadi penyebab utama pelemahan harga logam termasuk tembaga. Tiongkok merupakan konsumen tembaga terbesar di dunia.

(Sumber: Vibiznews)

No comments:

Post a Comment