SOLIDGOLD BERJANGKA PALEMBANG - Laju nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) kembali melemah di perdagangan hari ini, Kamis (14/4). Rupiah dibuka di level Rp 13.232 per USD atau melemah dibanding penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 13.157 per USD.
Mengutip data Bloomberg, Rupiah bergerak melemah di awal perdagangan dan menyentuh level Rp 13.302 per USD di 40 menit perdagangan pertama.
Gubernur BI, Agus Martowardojo belum lama ini mengatakan, perkembangan ekonomi dunia sangat dinamis, bahkan pertumbuhannya cukup pelan. Misalnya, Jepang dan Eropa yang mengalami negative interest rate hingga berdampak pada dana mengalir ke negara berkembang, termasuk Indonesia.
Meski banyak dana masuk ke Tanah Air tetap ada risiko yang harus diwaspadai. Misalnya, risiko dari Amerika Serikat (AS) yang berpotensi menaikkan kembali Fed Fund Rate. Sehingga kondisi tersebut harus diantisipasi jika tidak mau dana yang masuk tersebut kembali hengkang dari Indonesia.
"Risiko itu misalnya kalau di Amerika nanti bunga atau fed fund ratenya dinaikkan, dan mungkin dinaikkan tidak besar, tapi kita lihat ada kecenderungan untuk dinaikkan itu bisa berdampak kepada dana itu keluar. Nah kalau dana itu keluar dan kita tidak antisipasi, itu bisa menyebabkan nilai tukar itu cukup bergejolak," jelas dia.
Karena itu, BI akan menjaga agar nilai tukar mata uang Garuda tetap berada dalam posisi fundamental. Sehingga, jika terjadi situasi yang tidak menguntungkan maka tidak akan terlalu membuat nilai tukar tergerus lebih dalam.
"Fundamental kita itu akan jaga sehingga tidak akan terjadi kondisi tidak menguntungkan kepada Indonesia karena mata uang yang terlalu kuat, atau membuat Indonesia kurang kompetitif dalam melakukan ekspor dan juga untuk menjaga adanya satu keseimbangan," tutupnya.

No comments:
Post a Comment