SOLIDGOLD BERJANGKA PALEMBANG - Rupiah setelah kemarin mengalami kelemahan namun kini terdapat kabar gembira. Menurut informasi yang beredar saat ini dalam pembukakaan perdagangan tanggal 17 Maret 2016 hari Kamis terlihat menguat.
Diketahuoi bahwa saat ini Rupiah telah menguat sekitar 161 point dari kelemahan yang terjadi pada tanggal 16 Maret 2016 hari Rabu. Poin penguatan Rupiah jika di setarakan dengan persen setara dengan 1,21% atau telah berada di angka Rp 13.106 per USD.
Kini diktehaui bahwa Rupiah semakin menguta ditengah menurunnya dollar Amerika Serikat. Hal ini terjadi karena Bank Sentral Asia tak menaikkan suku bunganya. Sehingga telah mendorong penguatan Rupiah yang beberapa hari kemarin terlihat melemah.
Namun nampaknya akan berbeda dengan pandapat yang di ungkapkan oleh BDI di atas. Pasalnya keputusan penguatan Rupiah nantinya akan menyusul keputusan dari BI Rate. Karena hingga saat ini penguatan Rupiah belum di putuskan oleh BI Rate.
Menurut Yahoofinance Rupiah saat ini memiliki angka tertinggi sekitar Rp 13.053 dan memiliki angkat terendah sekitar Rp 13.160 per USD. Dengan begitu nilai tukar Rupiah terhadap Dollar masih berada di angka Rp 13.160 per USD.
Namun dalam kondisi yang saat ini terjadi termasuk mengalami keuntungan bagi bangsa Indonesia. Karena Rupiah masih berada diangka Rp 13.000 per dollar. Namun berbeda dengan pendapat yang te;ah di ungkapkan oleh BDI dan juga Yahoofinance. Menurit penganalisa Rupiah kini dirinya telah mengemukakan bahwa Rupiah nantinya akan meneruskan perjalanannya menuju ke lemahan.
Kepala Riset NH Korindo Securities Reza Priyambada mengemukakan bahwa nantinya Rupiah akan terus melemah dan berada di level Rp 13.175. meski dalam pembukaan perdagangan Rupiah mengalami penguatan namun hal itu tak akan bertahan lama.
Setelah mengalami penguatan namppaknya Rupiah akan kembali lagi melemah seperti apa yang telah diperkirakan. Reza Priyambada mengaku khawatir dengan keadaan Rupiah yang semakin lama akan mengalami penurunan. Rupiah menurun ini karena di picu oleh pemerintah yang ingin BI menurunkan tingkat suku bunga.

No comments:
Post a Comment