SOLIDGOLD BERJANGKA PALEMBANG - Bumi bulan atau datar? Pertanyaan ini menghantui manusia sejak ribuan tahun lalu. Sosok pertama yang disebut mengungkapkan Bumi itu bulat adalah Pythagoras filsuf Yunani sekaligus penemu rumus segitiga Pythagoras.
Namun, tahu kah Anda bila akhirnya salah satu khalifah atau pemimpin dinasti Islam pasca meninggalnya Nabi Muhammad pernah membuktikan bila Bumi itu bulat?
Sosok khalifah itu adalah Al Ma'mun ar-Rasyid yang memerintah tahun 813-833. Di masa pemerintahannya, Islam mencapai banyak kemajuan pesat di dunia sains, terutama bidang astronomi.
Buktinya Al-Ma'mun mendirikan sebuah pusat observasi astronomi Islam pertama di Shamsiya pada tahun 829. Pusat observasi itu menjadi tempat pembuktian teori astronomi kuno, misalnya jarak matahari dan gerakan planet.
Tidak hanya itu, sebelumnya pada tahun 820 Al-Ma'mun mengutus ilmuwan astronomi dan geologi muslim dari Bani Musa untuk mengukur keliling Bumi. Hal ini terjadi pasca penerjemahan buku astronomi kuno paling terkenal "Almagest" karya Ptolemy.
Awalnya Al-Ma'mun penasaran apakah Bumi benar-benar bulat dan memiliki lingkar seperti yang tertulis di buku-buku astronomi.
Ketika itu ilmuwan Bani Musa mengukur jarak antara kota Tadmur ke al-Raqqah (dua-duanya berada di Suriah). Berdasarkan perbedaan garis lintang sekitar 1 derajat, ditemukan panjang lingkar Bumi yang ternyata 38 ribu kilometer.
Belum, percaya dengan hasil itu, akhirnya Al-Ma'mun mengutus ilmuwan untuk melakukan perhitungan kedua. Pada percobaan kedua ini, ditemukan lingkar Bumi sekitar 40.248 kilometer. Perhitungan ini sangat mirip dari perhitungan keliling Bumi modern yang hasilnya 40.068 kilometer.
Penelitian ilmuwan Bani Musa atas perintah Al-Ma'mun ini sekaligus membuktikan bila sebenarnya Bumi itu bulat, bukannya datar. Penelitian ini kemudian banyak tertulis di buku-buku astronomi dunia dan jadi salah satu sumbangsih besar dunia Islam pada sains.

No comments:
Post a Comment