Monday, March 28, 2016

Orang - Orang Yang Meninggalkan Gemerlap Dunia Demi Panggilan Alam


SOLIDGOLD BERJANGKA PALEMBANG    -     Wajarnya setiap orang menginginkan hidup yang sejahtera. Semua kebutuhan serba tercukupi, hidup tenang nan mudah, serta masa depan cerah. Sebagian besar orang mungkin akan menjawab sama jika ditanyai hidup seperti apa yang mereka inginkan.
Namun tak sedikit pula orang yang lebih memilih untuk menempuh jalan sulit. Menjauhi segala kenikmatan yang bisa ditawarkan oleh kehidupan dan memilih jalan terjal. Tujuannya hanya satu, memenuhi panggilan jiwa yang sudah terpendam sejak lama.

1.
Ting Tien

Banyak yang menyayangkan ketika gadis cantik asal China ini memutuskan untuk menjadi bikhuni. Dilansir DailyMail, Ting Tien melepaskan segala kemewahan yang dia miliki di Jinan untuk mengikuti jalan Buddha. Fotonya yang beredar di dunia maya sempat bikin heboh China dan netizen di seluruh dunia.

Tadinya Ting Tien adalah seorang perancang busana dan penata rias. Ting Tien mendapatkan pencerahan ketika mampir ke sebuah kuil di Provinsi Sichuan. Merasa jenuh dengan kehidupan duniawi yang penuh hura-hura, gadis ini pun memutuskan untuk menjadi bikhuni. Ting juga mengganti namanya menjadi Caizhenwangmu.

"Menjalani hidup seperti ini membuatku memahami apa itu hidup dan mati berikut segala hal tentangnya," ujar Ting.

2.
Angelo Valkenborg

Angelo Valkenborg tidak menginginkan pekerjaan yang menjanjikan, rumah bagus, makanan enak setiap hari, mobil mewah, dan liburan eksklusif. Hidup nyaman sebagai salesman sukses tidak membuatnya merasa puas. Keinginan terpendamnya adalah hidup barbar layaknya manusia prasejarah.

Dilaporkan Oddity Central, pria Belgia berusia 31 tahun ini lantas mengasingkan diri di hutan Slovenia untuk hidup sebagai manusia prasejarah. Valkenborg bertahan hidup dengan berburu dan mengumpulkan makanan, seperti nenek moyang kita ribuan tahun yang lalu. Dia juga membangun gubuk dan peralatan sehari-hari dengan teknik bertahan hidup di alam liar yang dia pelajari.

Tentu saja, kehidupan seperti ini membuat Valkenborg harus mengorbankan pernikahannya. Valkenborg maklum ketika sang istri memutuskan untuk berpisah karena tak tahan dengan gaya hidup barunya.

3.
Narayanan Krishnan

Narayanan Krishnan berasal dari kasta terhormat di India. Pendidikannya cukup tinggi dan dia punya karir yang menjanjikan sebagai chef di salah satu hotel berbintang. Namun jiwa humanisnya membuat Krishnan memilih jalan hidup yang berbeda.

Khrisnan memberi makan tunawisma di India lewat yayasan Akshaya Trust. Perbuatan mulia tersebut dimulai pada tahun 2002, ketika dia pulang ke Madurai untuk mengunjungi kedua orang tuanya.

"Saya melihat seorang pria tua renta makan kotorannya sendiri. Ini sangat menyakitkan bagi saya. Setelah itu saya memberinya makanan dan memutuskan inilah yang harus saya lakukan sepanjang sisa hidup saya," tuturnya kepada CNN," katanya seperti dilansir Oddity Central.

Khrisnan lantas menolak tawaran untuk bekerja di hotel bintang lima Swiss dan mengundurkan diri dari posisinya sebagai chef di Taj Hotels. Pada tahun 2003, dia mendirikan Akshaya Trust. Kini Narayanan Krishnan telah menyumbangkan 1,5 juta porsi makanan untuk kaum tunawisma di India. Dia sudah cukup puas meskipun kini dia harus kembali bergantung kepada kedua orangtuanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Kamu beri makan mereka semua, selama aku masih hidup, aku yang akan memberimu makan," tutur ibunya.

4.
Stefonknee Wolscht

Hampir semua orang tak habis pikir dengan jalan hidup yang dipilih oleh pria berusia 46 tahun asal Kanada ini. Dia rela meninggalkan 7 anak dan istri yang sudah dinikahinya selama puluhan tahun demi penuhi obsesi untuk menjadi anak perempuan berusia 6 tahun.

Wolschtt tak mengindahkan ancaman istrinya untuk bercerai. Jati diri sebagai transgender berusia 6 tahun adalah segalanya bagi Wolschtt. "Bagi saya, berhenti menjadi trans bukanlah sesuatu yang bisa dilakukan. Ini sama saja seperti menyuruh saya untuk berhenti memiliki tinggi 185 cm," katanya seperti dilansir Dilansir Independent UK.

Wolschtt meninggalkan keluarganya untuk tinggal bersama orangtua angkat yang bersedia menerima kondisinya. Kini dia menjalani kehidupan sehari-hari dengan dandanan dan perilaku layaknya anak perempuan usia SD.

"Saya tidak dapat menyangkal kalau saya [pernah] menikah. Saya tidak dapat menyangkal kalau saya punya anak. Tapi saya sudah melangkah maju dan kembali menjadi seorang anak," katanya dalam video yang dibuat oleh The Transgender Project untuk Daily Xtra.

5.
Mason Wartman

Prinsip Mason Wartman, 27, adalah 'memperkaya' hidup dengan menyediakan makanan enak sambil beramal. Karena itulah Wartman mendirikan Rosa's Fresh Pizza, sebuah kedai pizza di Philadelphia, Amerika Serikat.

Dengan memanfaatkan kemurahan hati para pelanggan, Wartman mengajak konsumen menikmati pizza sambil beramal. Lewat konsep 'pay it forward' alias bayar di muka, setiap pelanggan bisa sekalian menyumbang 1 potong pizza. Dengan cara ini, setiap harinya kedai Wartman bisa memberi makan 30 hingga 40 orang tunawisma.

Padahal Wartman adalah lulusan sekolah bisnis dengan pekerjaan bergaji besar di Wall Street. Namun dia sudah puas dengan hidupnya sekarang. Lagipula, sejak viral di dunia maya, bisnisnya semakin maju. Kedainya makin laris, sementara tunawisma yang bisa mendapatkan makan malam secara cuma-cuma pun semakin bertambah.

No comments:

Post a Comment