SOLID GOLD PALEMBANG - Harga konsumen di Jepang pada bulan Januari alami deflasi meski secara tahunan tingkat inflasi masih positif dan sama dengan tingkat dua bulan sebelumnya seperti yang dilaporkan Kementerian Dalam Negeri dan Komunikasi hari Jumat. Dan Tokyo sebagai tren acuan masih alami inflasi yang positif.
Inflasi tahunan Jepang naik 2,4 persen pada bulan Januari, sesuai dengan harapan dan tidak berubah dari inflasi bulan Desember. Dan harga konsumen inti naik 2,2 persen di bawah perkiraan 2,3 persen dan turun dari 2,5 persen periode sebelumnya.
Namun secara bulanan, indeks harga konsumen Jepang alami deflasi yang secara keseluruhan turun 0,2 persen dengan inflasi inti turun 0,6 persen. Secara keseluruhan inflasi untuk wilayah Tokyo, yang dianggap sebagai indikator utama untuk tren nasional naik 2,3 persen secara tahunan pada bulan Februari.
Tidak termasuk dampak dari kenaikan pajak penjualan pada bulan April, inflasi inti naik hanya 0,2 persen, laju paling lambat sejak Mei 2013 dan jauh di bawah target Bank of Japan yang menargetkan 2 persen untuk tahun fiskal mendatang.
Menilik kenaikan harga secara tahunan, kenaikan harga terbesar dilaporkan untuk harga makanan (4,2 persen); bahan bakar, tarif listrik dan air (3,9 persen), ongkos budaya dan rekreasi (3,4 persen), harga furnitur dan peralatan rumah tangga (2,5 persen); pakaian dan alas kaki (3,9 persen). Selain itu biaya transportasi dan komunikasi naik 0,4 persen, pendidikan sebesar 2,2 persen, perawatan medis sebesar 1,7 persen dan perumahan dengan 0,2 persen.

No comments:
Post a Comment